Skip to main content

GEMBALA SAPI WARISAN TURUN TERMURUN

 
Gembala Sapi

Kisah masa kecil

Mendengar lagu "Gembala Sapi" langsung teringat kegiatan dimasa kecil yang merupakan pekerjaan utama saya. Ketika masih duduk di kelas 4 SD sampai kelas 2 SMP. Kegiatan ini turun-temurun di keluarga saya mulai dari kaka sampai adik-adik saya.

Sebelum mengemban tugas mengembalakan sapi sebanyak 4 ekor kaka mengajari saya. Kaka memasuki SMP kelas 3 dan saya memasuki SD kelas 4 giliran mendapat tugas gembala sapi. Kaka saya membantu ayah di sawah bekerja sepulang sekolah untuk mencangkul pada saat musim persiapan tanam padi. 

Sebelum saya membantu tugas sebagai "Gembala Sapi" beberapa bulan sebelum nya saya sudah mengikuti kaka saya sesekali menggembalakan sapi kepadang rumput secara tidak langsung di sebut OJT (On The Job Training) keren juga yah waktu itu sudah ada OJT walau tidak ada SOP ( Standard Operational Procedure) tertulis namun nyata terlaksana.

Dalam OJT kaka saya tidak menjelaskan secara langsung apa saja yang harus di lakukan saat mengembalakan sapi, tetapi secara tidak sadar apa yang saya lihat itu tertanam dalam pikiran alambawah sadar saya dan menjadi kebiasaan dan mampu mengemban tugass tersebut pada waktu nya. 

Resiko Gembala Sapi

Ketika menjadi gemala sapi ada resiko besar dan harus di pertanggung jawabkan ketika melanggar SOP yang tidak tertulis, saat terjadi kesalahan dan ketahuan sama ayah, saya di hukum untuk mempertanggung jawabkan kesalahan saya, Ngeri loh hukuman nya seperti berdiri diatas 1 kaki dan pegang telinga sambil berkata " Saya berjanji tidak akan mengulangi lagi" sampai berulangkali dan tidak boleh menangis, jika menangis akan di pukul pakai sapu lidi sebanyak 10-15 helai di pukul ke betis agar tidak menangis lagi, ( sepertinya orang tua jaman dulu kejam juga yah... ha....ha....ha...) kesalahan itu bisa terjadi berulang kali ketika kita tidak menjalankan komitmen.

Kesalahan yang saya lakukan ketika mengembala sapi adalah terlalu asik bermain dengan teman-teman sesama "Gembala Sapi" lain nya mengakibatkan sapi-sapi saya sudah masuk ke ladang orang dan merusak semua tanaman nya (Tanaman Jagung setinggi 30cm habis dimakan sapi, Tanaman Jahe siap panen habis di injak-injak dan masih banyak lagi tanman lain nya).

Tanaman tersebut merupakan sumber kehidupan petani di desa. Ayah harus memberikan ganti rugi kepada petani lain sebagai pengganti tanaman yang rusak dan gagal panen akibat dari kelalain saya. Biaya ganti rugi itu dapat mereka gunakan untuk biaya hidup keluarga dan biaya sekolah anak-anak mereka. 

Kesan Berharga

Setiap tenaga kerja baru harus diberikan Training sebelum melakukan pekerjaan baik On Class maupun On The Job Training. On The job Training biasanya melakukan pelatihan dengan terjun langsung je lapangan dan diawasi oleh senior. Ketika bekerja tanpa pengawasan langsung oleh senior kita sudah harus mampu melakukan sendiri walau mempunya resiko besar.

Untuk mencegah terjadinya kesalahan saat bekerja di lapangan tanpa pengawasan senior secara langsung maka kita harus punya referensi. Saat training kita harus mencatat informasi penting dari traineer untuk referensi atau contekan. Senior harus memberikan pengarahan kepada junior untuk meneruskan ilmu nya seperti dalam kisah " Gembala sapi". 

Sebaga "Gembala Sapi" senior saya harus memberikan OJT kepada adik saya untuk regenerasi dan mengemban tugas baru dari ayah untuk membantu bekerja di sawah.

Kisah ini nyata dan saya rasakan sendiri manfaat nya. ketika saya mulai kuliah sendirian jauh dari keluarga di jawa barat sampai diterima bekerja. Pendidikan itu saya dapatkan dengan lepas tanpa ada paksaan dan bukti tertulis bahwa saya sudah lulus menjalani nya.

Jadikan pengalaman sebagai bekal ilmu di masa depan untuk bisa meningkatkan level kita dengan sendiri nya. Mengenang masa lalu sejenak bisa menggali pengalaman berharga kita dan di ukir kembali yang lebih baik dan tertata rapih. 

Jangan Lupa untuk mendapat kan kisah-kisah lain di link berikut: Halaman Bang Obet

cerita ini juga termuat dalam web : https://buku-kanglintang.com/latihan/gembala-sapi-warisan-turun-temurun/

jangan klik yah : Gak Penting


kalau mau belanja silahkan lihat di sini : 

Comments

Popular posts from this blog

Mumulai Untuk Bisa Diteruskan

 

BELI RUMAH DAPAT UANG BESAR?

  Mr. X Sebagai Buruh Harian Lepas kisah Beli rumah demi uang besar saya dapatkan ceritanya dari Mr. X Seorang Karyawan Perusahaan swasta  yang berdiri pada tahun 1980 an di Ibu kota provinsi. Awalnya perusahaan tersebut dari perusahaan kecil yang memiliki karyawan kurang dari 10 orang. Mr. X adalah salah satu karyawan yang bekerja di bagian lapangan dengan berjuang sampai mengucurkan keringat hampir setiap saat. Dia pekerja keras yang pantang menyerah dan tidak mudah putus asa dengan semangat yang sangat luar biasa dan bekerja dengan cerdas. Awal diterima di perusahaan tersebut tidak langsung menjadi Pegawai/Karyawan, tetapi sebagai buruh harian lepas yang akan bekerja jika ada pekerjaan dan di bayar sesuai hasl kerja nya.  Setelah melalui proses kira-kira 3 bulan sebagai buruh harian lepas dan intensitas pekerjaan mulai tinggi karena order makin besar maka Mr. X di ajukan oleh karyawan pengawas untuk menjadi karyawan kontrak yang akan di gaji secara bulanan. Pengawas la...